Rabu, 11 Desember 2013

Aku Rindu Dapur


Beberapa hari lalu aku terpekur di dapur. Rasanya sudah sangat lama aku tidak mengacak-acaknya. Aku rindu.
Setiap kali aku makan bekalku di kampus, orang-orang selalu menanyakan hal yang sama: “masak sendiri ya?”
Sayangnya tidak. Aku hanya membatin, aku ingin.
Ketika berbelanja di supermarket, aku selalu ke bagian bumbu. Aku rindu.
Setiap pagi denger abang tukang ikan teriak ‘ikaann,, ikaaann’. Aku rindu. Si abangnya hafal dulu aku suka beli ikan sama udang L

Kamis, 18 April 2013

The Story, She and I


I’m glad that you have moved to Jakarta. So I can run to you when I got stuck with people here. Like several years ago…

You never ask me why and what is the problem even though I came to you with my bad ayes after crying so badly.
It’s okay that I can’t tell you everything that I want to tell.
The thing is you give me your story. I’m glad that you trust me.

When suddenly I run to you, exactly I wanna tell you something. But still,

Kamis, 10 Mei 2012

Musik dan Kisahnya


Bagiku, setiap alunan musik merupakan sebuah kenangan. Di masa seperti apa aku mendengarkannya dulu. Ketika aku mendengarkannya di masa sekarang, maka masa itu akan tergambar kembali layaknya sebuah film yang diputar ulang. Bahkan beberapa lagu masa lalu bisa menimbulkan rasa sakit atau senang yang aku rasakan di masa dulu. Seperti lagu-lagu yang dilantunkan oleh sebuah band indi dari Bekasi.
Aku mengenal band ini dari seorang teman. Ketika dia mulai terbuka padaku, aku merasakan ada beberapa lagu yang sangat mencerminkan dirinya. Seperti sebuah lagu yang bercerita tentang kemurnian seorang anak kecil. Temanku ini sangat menyukai lagu ini karena dia sangat menyukai anak kecil. Lagu berikutnya yang mencerminkan dirinya adalah lagu yang menceritakan tentang akibat perceraian orang tua. Aku pernah melihatnya menyanyikan lagu itu dan aku merasakan sakit yang ia rasakan. Aku menahan diri untuk tidak mengusap air matanya atau memeluknya. Tergambar jelas rasa sakit yang teramat sangat di raut mukanya. Seketika itu, aku memutuskan untuk menjadi bahu yang bisa digunakannya untuk bersandar. Meskipun akhirnya aku jatuh lebih dalam.